Postingan

Diary Ditta ”Menyongsong Era Baru Pendidikan”

Gambar
  “Teruslah memberi arti pada setiap orang yang kau temui. Dalam setiap hal yang kau lalui, dan untuk setiap waktu yang kau miliki “.(Ditta Widya Utami )   Sebutir pasir akan tetap berkilau terang terkena terpaan cahaya surya meski harus tertutup dalam kumpulan pasir yang mengurai. Begitu juga dengan segala rencana-Nya, semua tantangan   dan rintangan yang bisa kita lalui karena keyakinan bahwa Dia ada untuk kita, ibarat hidup hanya sebutir pasir akan diubahkan menjadi sebuah mutiara. Yah, mutiara yang teramat indah. Mutiara indah itu berasal dari sosok cantik berasal dari kota Subang bernama Ditta Widya Utami, S.Pd . Sebutir pasir yang banyak dijumpa, mengibaratkan dirinya bagai sebutir pasir tetapi sebetulnya mutiara yang sesungguhnya adalah narasumber kita di kelas online ke-14   yang telah berhasil menerbitkan buku di penerbit mayor. Dengan kerendahan hatinya, beliau   berkenan berbagi pengalaman dalam menulis dan menerbitkan buku di grup belajar menulis ...

Social Presence Bukti Hadirnya Bu Muda

Gambar
Sebetulnya sore hari sudah mengisi daftar hadir untuk pertemuan kelas online ke-13 di grup belajar menulis bareng Om Jay dan PGRI, tetapi ketika kulwap dimulai saya masih ada di rumah tetangga sebelah guna membantu persiapan acara hajatan tahlil kirim doa untuk suaminya yang sudah menghadap Allah 40 hari yang lalu. Acara yang diikuti kurang lebih 300 orang itu membuat saya tidak bisa membawa Handphone. Selain kesibukan yang menguras tenaga juga memang tidak etis bila "bermain" HP di depan orang banyak walau sekedar membuka chat. Meskipun begitu saya tetap bersyukur masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk membuat resume dari kisah narasumber kali ini yang begitu keren karena berhasil menerima tantangan dari Prof. Ekoji untuk menyelesaikan buku selama 1 minggu. Yah, beliau adalah  Mudafiatun Isriyah Rosydi . Biasa dipanggil dengan sapaan  Bu Iez telah berhasil menerbitkan bukunya yang berjudul Implementasi Social presence dalam Bimbingan Online  bersama Prof. Ekoji. DR ...

Menulis Dengan Cinta Alpiyanto

Gambar
"Seburuk apapun suatu kejadian, bila dilihat dengan hati  dan pikiran positif  dengan bersandar kepada Sang Maha Mengatur,  maka hasilnya luar biasa".  (Alpiyanto) Benar bila orang mengatakan bahwa cinta itu tidak mengenal usia juga tidak mengenal kasta. Tapi pembahasan cinta kali ini bukanlah cinta kepada lawan jenis atau cinta yang mengandung rindu versi Dilan, melainkan cinta setulus hati  untuk pengabdian hidup di dunia pendidikan dan literasi. Setelah melihat profilnya di  http://alpiyantosamuderahati.com/tentang-kami memang benar jika pengabdian cintanya begitu luas, seluas samudra. Beliau adalah Alpiyanto yang akrab disapa Pak Al, narasumber kita di kelas online ke-12. Beliau merupakan master trainer samudara hati. Seorang motivator, terapis, dan penulis sekaligus sebagai praktisi dan konsultan dalam bidang pendidikan. Meskipun pernah sedikit lambat saat menempuh pendidikan pada usia remaja tetapi keterbatasan tersebut tidak membuatnya surut da...